Minggu, 03 April 2011

@DUHHHH......@

Duhhh, keluh tubuhku, kok mataku gak mau berkompromi yaaa, maunya terkatub saja spt dua magnet yg berkutub sama, blm lagi nehh badan yang lemes spt gak punya tonggak tulang utk menopang, mana suhuku loncat sana sini, sementara suhu ruangan sdh kuaktifkan 16'c, tetep aja gak bisa adem. Pdhl aku hrs mencipta, aku hrs berkarya. Utk apa aku di sini kalau hanya sekedar makan dan minum tanpa menghasilkan sesuatu??? Itu sekelumit guman tubuh atau jg pastinya keluh yg dilontarkan pdku hari ini.

Yaaa aku hrs bagaimana lg... aku sdh berusaha semampuku membuatmu kuat dan tegar, coba lihat selama inipun aku mengasupmu dgn semua makanan yg menurutku bergizi tinggi, aku menyediakan waktu merawatmu dgn menghadirkan dokter, obat bahkan Tuhan dan org terkasihku selama ini, apakah itu blm cukup jg bagimu??? jawabku pada sang tubuh.

Duhhh tp aku lelah, sampai kpn hrs begini??? Aku sudah menyertaimu hampir 26th lamanya, tetap jg kurasa hal yg sama, letih yg berkepanjangan, mana kau pun telah melukai hatiku, apa aku tdk cukup membuatmu bahagia??? membuat mimpi mimpimu jd nyata??? Sdh byk loo mimpimu yg nyata nda. Kok kamu gak mengerti jg ttg lelahku!!!!!

Iyaaa, aku mengerti, aku terlalu byk menuntut padamu, terlalu byk obsesi yg ku rancang utk hidup kita, terlalu byk mimpi mimpi yg kurajut di dirimu, aku tahu itu. Akupun tahu jk aku melukai hatimu saat ini. Maafkan aku yaaa, aku masih sgt membutuhkanmu utk meraih sebuah obsesi ttg kita. Beneran kali ini hanya 1 obsesiku yg ingin kuwujudkan dlm hidupku, yg lain kita bisa abaikan jk kau tak mampu dan merasa letih..... Pleaseeee bantu aku mewujudkannya yaaa, krn takkan pernah mampu berjalan sendiri tanpamu. Jwbku sambil bermohon.

Duhhh, baiklah... apa itu????

Aku ingin dia ada disisimu sampai kita berlalu dr tempat ini, aku ingin kau tidur lelap dlm dekapannya, aku ingin dia terpisah dr kita krn maut, hanya itu... please ini permintaan terakhirku.

Aduhhh.... duhhh, DUNIA TAK BERPIHAK PADA KITA. Hanya itu jawabmu kemudian diam!!!!!

Jakarta sesak bagiku
18032011 IJ

TUHAN itu dimana!!!!

Ini cerita ttg Ucok seorang anak laki-laki yg sangat nakal, padahal keluarganya sgt mengasihinya. Kebiasaan mengambil barang berharga orang lain menjadi hal yg paling sering dilakukannya.

Dikampungnya nun jauh di pelosok sana, semua warga sll diresahkan. Ayam, Kambing, atau apa sj hilang di desa itu, warga pasti menuding Ucok. Itu krn mmg dialah pelakunya. Sampai perhiasan ibunya hilang pun, Ucoklah pelakunya.

Suatu hari warga sdh geram dan mengadukan semua kekesalan mrk pd ibu Ucok. Saking kesel dan geramnya ibu Ucok dan merasa sdh tdk mampu mengatasi perbuatan anaknya, maka dgn berat hati Ibu Ucok menyerahkan anaknya tsb pd seorang pendeta di desanya agar dibina dan menjadi anak yg baik.

Hari-hari dlm kehidupan Ucok bersama sang pendeta, begitu mesra. Tiap hari pendeta mengajarkan Ucok dgn sabar. Suatu hari pendeta berkata pd Ucok. "Ucok, Tuhan itu ada dimana-mana, kamu harus camkan itu. DIA selalu melihat perbuatan kita dan mencatat semuanya, entah itu yang tersembunyi dalam gelap maupun yang tampak di pelupuk mata setiap orang." Kata pendeta dgn lembut.

Dasar Ucok yg ndablek.... Sambil ngupil tanpa menghiraukan kata2 pendeta, rupanya dia lebih tertarik melihat cawan yg ada. Pikirnya "wahh sepertinya cawan itu berharga juga."

Pak pendeta terus saja berbicara dgn sabar, namun terus juga si Ucok ngenyel tanpa menghiraukan pembicaraan pendeta.

Suatu hari, pendeta mengatakan hal yg sama yg tiap hari diajarkannya pd Ucok ttg keberadaan Tuhan, tapi dasar anak ndamblek dan ngeyel, tetap tak bereaksi positif. Sampai pada akhirnya pendeta kesel dan menghardik Ucok dgn pertanyaan, "Ucok.... Tuhan dimana??" Sontak Ucok kaget krn pendeta tdk pernah semarah itu pdnya meski dia sll ngeyel. Ucok berlari seketika sambil menangis dan menemui kakaknya. Kakak kaget melihat Ucok spt itu.... "kenapa kamu??" kt kakak.

"Pak pendeta bertanya pdku seolah aku telah mengambil sesuatu" kata Ucok masih menangis

Kakak "Apa katanya?"
Ucok "Dimana Tuhan itu!"
Kakak "Apa jawabmu?"
Ucok "Mana kutahu!!!"
Kakak "oo"

@TENTANG "KPK" DAN PONAKAN "SAM"@


Heee aku mulai cerita ini dengan senyum sendiri mengingat kejadian lalu bersama ponakanku Sam, waktu itu kami lewat di depan GEDUNG KPK yang pas ada demo massa menuntut para koruptor di adili. Ketika itu aku dan Sam akan menjemput adikku yg masih berada d...i kantor di Menara Imperium dan tak bisa balik karena terjebak demo.Saat melintas di depan gedung KPK, aku mencolek Sam dan bilang, "dek, itu tuhhh yang namanya gedung KPK, tempatnya para koruptor di sidik, kalau kamu juga korupsi nantinya di tangkap dan sidik di tempat itu."Sam terheran heran tak menanggapi apa yang aku katakan padanya, dia justru malah tertarik dan keheranan melihat begitu banyaknya orang bergerombol di depan gedung KPK. Sambil melototi hiruk pikuk para demonstrans, keluar pertanyaan penasaran darinya, "kok banyak orang teriak teriak gitu tante, ada yang nyanyi sambil jingkrak di atas kopaja gitu!!!! Apa itu namanya demo???? Tar rusak tuh kopaja orang kalau mereka naikin atapnya sambil nyanyi dan jingkrak gitu. Kok sopirnya gak tegur tante??? Itu mahasiswa yaaa, ihhhh kayak orang gak sekolah yaaa." heeee sambil bertanya matanya tetap tertuju keluar jendela ke para demonstrans.Aku hanya senyum kecil (yang pasti Sam gak lihat senyumku saat itu), soalnya focus perhatiannya hanya pada para demonstrans..... Meski tak memandangku saat itu, aku jawab pertanyaannya yang bertubi tubi tadi. "Iya dek, itu demo anti korupsi, mereka ingin para koruptor di adili dan di hukum dengan hukuman maksimal. Mereka tidak semuanya mahasiswa, ada juga yang dari kalangan lain. Kalau mereka nyanyi sambil jingkrak di atas mobil kopaja itu, sebenarnya sangat berbahaya untuk keselamatan jiwanya dan pastinya pak sopir kopaja takutlah marahin mereka, soalnya mereka banyak sementara pak sopir cuma berdua dengan kerneknya. Kalau yang bicara pakai TOA, itu namanya berorasi." Sudah..... segitu jawabku padanya.Saat kendaraan kami berjalan lambat karena padatnya arus yang macet, Sam masih penasaran saja dengan demo yang sedang berlangsung. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan karena penasarannya akan apa yang dijumpainya hari ini. Aku hanya senyam senyum mendengar tanpa menjawab (habis bingung yang mana yang mau di jawab lebih dulu, semua pertanyaan yang diajukan maunya langsung dijawab bersamaan) heee dasar anak kecil.... pikirku.   Sejenak aku menepikan kendaraan agar Sam bisa melihat jelas pesta demo hari itu, wajahnya tidak berubah tetap penasaran habisssss hehehe.... Mungkin dalama benaknya ada rasa heran atau apalah yang jelas focus pandangannya hanya tertuju pada para pendemo.....   Kujalankan lagi kendaraanku sambil berbalik arah menuju gedung dimana adikku menunggu dengan tidak sabar (itu aku tahu karena hp bunyi mulu tiap saat menanyakan aku sudah sampai di mana). Bagaimana tidak dia harus melanjutkan perjalanannya kembali ke tempat kerja di Medan hari itu juga. Akhirnya kami bisa bertemu juga dan kembali ke rumah.   Dalam perjalanan menuju rumah, Sam masih sempat melirik ke arah pendemo di KPK. Tiba-tiba dia berbalik melihatku dengan mata yang agak sedikit disipitkan sambil berkata, "Kalau begitu.... aku bisa laporin mama dong ke KPK... ya gak tante???" Aku jadi ngakak mendengarnya. Kataku "Kenapa bisa begitu dek???" "Laaa kan kemarin aku titip uangku sama mama dan masih sisa Rp. 200.000,-, tapi mama bilang sudah habis. itu berarti mama korupsi uangku." Spontan aku dan adikku tertawa kegelian karena pernyataan Sam barusan. "Wahhhh jangan-jangan tante juga mau dilaporin neh ke KPK sama Sam, soalnya dulu kan Sam tanya sama tante "kok uang belanja cepat amat habis??? Tante korupsi yaaa."" kataku di tengah canda tawa kami. "Duhhhh parah nehhh anakku. hehehe"   Sam jadi bingung dengan tawa kami, "Tapi bener looo mama tuh korupsi uangku Rp. 200.000,- kemaren. Atau apa aku bawa ke pengadilan saja biar diputuskan sama hakim kasusnya?? Tapi bapak saja yang jadi hakimnya. Bisa gak tuh tante" tanya Sam masih dengan wajah heran.   "Heheehe... kalau mama di hukum sama hakim (bapak Sam) atau KPK, terus dimasukin dalam penjara, Sam mau gak???" Tanyaku serius.... "Hmmmm... gaklah, aku cuma mau lapor biar uangku dikembalikan dan mama gak korupsi lagi." begitu jawab Sam, kini dengan wajah yang sedikit memelas. "Sam.... uang yang kamu titip sama mama kan sudah dipakai beli HP untuk kamu, itupun tante tambahin biar cukup uangnya." kataku sambil memegang kepalanya... "Bukan mama tidak ingin menjelaskan ke Sam, uang yang kemarin itu dipergunakan untuk apa, tapi mungkin mama lagi capek dan malas untuk menjelaskannya saat itu. So kamu tidak boleh berburuk sangka, okkkkk" ku jelaskan padanya sambil senyum simpul.   Akhirnya tiba juga kami di rumah......   Ahhhh rupanya melewati gedung yang disakralkan isinya (GEDUNG KPK) membuat cerita menarik dalam perjalanan hari ini... Pengalaman yang pastinya tidak akan aku lupakan sepanjang sejarah hidupku....   "SAM..... anakku, kamu terlalu polos sayang... hehehe I love u so much"     

Jakarta, 02032011 IJ

Rabu, 02 Februari 2011

Beda Cowok Ganteng dan Jelek dimata Cewek... (only joke)


Kalo cowok ganteng pendiam, cewek-cewek bilang: woow, cool banget…
kalo cowok jelek pendiam, cewek-cewek bilang: ih kuper…

kalo cowok ganteng jomblo, cewek-cewek bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo, cewek-cewek bilang: sudah jelas…kagak laku…

kalo cowok ganteng berbuat jahat, cewek-cewek bilang: nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat, cewek-cewek bilang: pantes… tampangnya criminal

kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: wuih jantan… kayak di filem-filem
kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu preman, cewek-cewek bilang: pasti premannya temennya dia…

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: klop… serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik, cewek-cewek bilang: pasti main dukun…

kalo cowok ganteng diputusin cewek, cewek-cewek bilang: jangan sedih, khan masih ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewek, cewek-cewek bilang:… (terdiam, tapi telunjuknya meliuk-liuk dari atas ke bawah, liat dulu dong bentuknya)

kalo cowok ganteng ngaku indo, cewek-cewek bilang: emang mirip-mirip bule sih…
kalo cowok jelek ngaku indo, cewek-cewek bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

kalo cowok ganteng penyayang binatang, cewek-cewek bilang: perasaannya halus… penuh cinta kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang, cewek-cewek bilang: sesama keluarga emang harus menyayangi…

kalo cowok ganteng bawa BMW, cewek-cewek bilang: matching… keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW, cewek-cewek bilang: mas majikannya mana?

kalo cowok ganteng males difoto, cewek-cewek bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto, cewek-cewek bilang: nggak tega ngeliat hasil cetakannya ya?…

kalo cowok ganteng naek motor gede, cewek-cewek bilang: wah kayak lorenzo lamas…bikin lemas…
kalo cowok jelek naek motor gede, cewek-cewek bilang: awas!! mandragade lewat…

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek, cewek-cewek bilang: naluri pembantu,

kalo cowok ganteng bersedih hati, cewek-cewek bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok jelek bersedih hati, cewek-cewek bilang: cengeng amat!!…laki-laki bukan sih?

Kalo cowok ganteng baca tulisan ini langsung ngaca sambil senyum-senyum kecil, lalu berkata “life is beautifull”
kalo cowok jelek baca tulisan ini, Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak sekeras-kerasnya “HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!

Heeee only kidding2… pokoknya lopp u dehhh jelekku….. hehehe..


Selasa, 25 Januari 2011

SURAT DARI CHE GUEVARA UNTUK PARA KAMERAD PEMUDA PEMUDI DUNIA!



Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja. (Che Guevara)


Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin. Kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar rintih dan suara orang yang hidupnya menderita.


Andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke negerimu pastilah aku enggan untuk duduk di kursi. Akan aku habiskan waktuku untuk mengelilingi kotamu yang padat dengan orang miskin. Akan kusapa setiap anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh. Akan aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa gas perusahaan asing. Akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. Dan akan kutemani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. Tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. Kurasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negerimu.


Kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. Aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal! Perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. Kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah. Hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. Hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. Aku sudah hapal mana tabiat srigala dan mana watak kelinci. Kalau kau baca tulisanku, mustinya kau bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinnya. Kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan. Dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa!


Kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. Menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. Ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmunya. Sederet angka dibuat untuk membuat orang percaya bahwa si miskin makin hari makin berkurang. Menonton aktivis senior yang kini juga berebut untuk duduk jadi penguasa. Katanya: di dalam kekuasaan tidak ada suara rakyat maka kita mengisinya. Aku bilang, itulah para pembual yang yakin jika perubahan bisa muncul karena kita duduk di belakang meja. Demokrasi acapkali berangkat dari dalil yang naif seperti itu. Aku sayangnya tak lagi bisa memilih, untuk berdiri dan berbincang dengan kalian semua.


Anak muda, aku telah tuliskan puluhan karya untuk menemanimu. Dibungkus dengan sampul wajahku, yang tampak belia dan mungkin tampan, aku tuangkan pesan kepada kalian. Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. Kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. Kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. Kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. Kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. Hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. Kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. Anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!


Keberanian itu seperti sikap keberimanan. Jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri. Sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. Hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. Hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Kutinggalkan jabatan menteri karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. Apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananmu. Ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman.


Rasa nyaman yang kini kusaksikan di sekelilingmu. Anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya. Ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! Anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. Bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha ketimbang orang miskin. Anak-anak muda yang banyak lagak ini memang tidak bisa dibinasakan. Mereka hidup karena ada kemiskinan, keculasan kekuasaan, dan lindungan proyek lembaga donor. Aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. Aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup untuk melawan arus.


Arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. Murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. Murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan. Murah sekali harga seorang penyair yang mau rame-rame mendukung pencabutan subsidi. Aku gusar memandang negerimu, yang tidak lagi punya ksatria pemberani. Seorang kstaria yang mau hidup dalam kesunyian dan dengan gagah meneriakkan perlawanan. Tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. Kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa.


Yang kauhadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. Kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. Kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. Kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. Kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. Kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logisistik yang mencukupi. Kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. Kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. Gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis MLM.


Saudaraku yang baik! Hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. Kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! Lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. Lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele. Kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab. Ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu kukerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Gabungkan dirimu bukan dengan LSM, tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi. Tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.



By. Andreas Abdel Nasser Kuskus January 24 at 10:50pm

Senin, 24 Januari 2011

@BAIK diantara TERBAIK@



Dalam hidup selalu ada masalah, jika tak ada pasti rasanya hambar, tawar dan yang pasti stagnan jalan ditempat saja. Tentu tak ada  satupun yang mau hidup seperti ini, hidup yang datar, biasa-biasa saja, tak ada adrenaline yang kuat untuk membangun bahkan bisa seperti mati enggan hidup tak mau, bener begitu yaaa temans???

Mengapa aku tidak mengambil perbandingan "BURUK diantara TERBURUK," karena bagiku melakukan suatu hal yang salah/buruk bukanlah sebuah hal yang rumit atau bahkan melakukan hal yang sangat buruk dapat kita lakukan segampang membalikkan telapak tangan kita. Namun melakukan hal yang baik bahkan terbaik bagi diri sendiri saja adalah hal sangat rumit seperti benang kusut dan itu membutuhkan ketelatenan kita bahkan harus menumbuhkan kesetiaan serta kesabaran yang luar biasa yang kadang kita sendiri pun sulit membahasakannya melalui logika berpikir kita.

Nah coba kilas balik dengan keadaan hidup yang kita alami saat ini!!!!! Apa yang sudah kita lakukan dan yang gagal kita lakukan atau apa yang masih menjadi catatan yang belum kita lakukan. Karena pada dasarnya sehh semua kehidupan kita bisa dikalkulasi seperti rumus matematika yang kita pelajari ketika kita bersekolah, atau juga saat kita menghitung duit (contoh menghitung duit adalah hal yang paling mudeng kali yaaa) heheee.

Kita mulai dari hal apa yang sudah kita lakukan dengan yang berhasil-yang gagal/yang belum terealisasi = ?????? nahhh hasilnya pasti kita dapat!!!! Dari hasil inilah yang akan kita telaah sejauh mana kita mampu menjadi yang baik diantara yang terbaik atau malah justru menjadi yang terbaik, bukan saja hanya untuk diri pribadi tapi juga terbaik bagi orang-orang disekitar kita.

Pastinya banyak yang bertanya, seperti ini:
1. Sesimple itukah perhitungannya???
2. Masa sehhh!!!
3. Apa hanya itu ukuran sebuah keberhasilan???

Hehee dan banyak lagi akan timbul pertanyaan yang mirip-mirip itulah. Coba kumpulkan pertanyaan yang berserakan di benak kita itu, kemudian rangkum menjadi pertanyaan inti agar kita (baca diri) mampu menjawabnya 1/1 dengan tolok ukur hasil kurang dan bagi diatas yang sudah ada.

Ada hasilnya kan!!!!

Nahhh sekarang apa kesimpulan dari hasil telaah kita tentang semua kehidupan kita!!!!!Ada banyak orang yang ketika menyimpulkan semua ini akan diam, terpaku, terpana, tak bergerak (masih bernafas tentunya), bahkan berteriak bullshit ataupun mengangguk angguk sambil berkata "ada benarnya juga" atau yang lebih seru lagi ada yang merasa menguliti diri tapi tak berani mengatakannya dan hanya menyimpan sebagai rahasia yang tak ingin terungkap mungkin sampai akhir hayatnya.

Saat menemukan hasil analisa hidup kita, di posisi manakah kita akan menentukan diri kita???? hmmm hanya kita yang bisa jawab semua itu, "mau merubah, mau semakin baik atau hanya sekedar jalan di tempat"

Paling tidak berpikirlah bahwa kita mampu jadi yang baik diantara yang terbaik. Kalau bisa seh "YG TERBAIK" hmmmm



Jakarta, 220111
IJ

Sabtu, 22 Januari 2011

@ Man In The Mirror @


Many years ago there was an explorer who went to the wilds of Africa. Among a variety of congenital, he brought two large mirrors. When explorers arrived this put this mirror on the two trees when he was preparing to face exploration. Then he noticed a native came up to one of the mirror with a spear in his hand. The natives began poking the mirror, and eventually make all the moves to kill opponents that he saw in the mirror. Explorers then walked toward the natives and asked him why he crushes the mirror glass. The native replied: "He (the image in the mirror) intends to kill me, so I kill him first."

Explorers explain the indigenous men that is not made for that purpose mirror. Explorers bring this to the mirror the only natives of remaining and showed him to the mirror: how to see if his hair neatly combed, to see if the paint on his face is right and to see how big his muscles now. The native was so impressed when the mirror is able to show the best side of themselves and reflect a man who was friendly.

That's what happened with the millions of people around us. They go through life with the hope of a fight. They expect the battle and that's how they behave. They expect to have enemies and they are so confident with it. They expect to have difficulty, for the government trying to take advantage of their presence, so that the company gave the job lemburan and pay them cheaply. Guess what happened? It really sounded like the most popular shows on TV. They demonstrate fights, arguments and involve the worst characteristics of humans.
  
What type of mirror that you see every morning when seeing the person you see. God gives each of us the power to choose and that includes the world, the people and the results we expect. What you think and see today in the end will be like what would happen to you. This is not a new principle, just that we need to be reminded of now and for the foreseeable future.

For as he thinketh w ithin himself so is he.

What type of mirror that you see every morning when seeing the person you see. God gives each of us the power to choose and that includes the world, the people and the results we expect. What you think and see today in the end will be like what would happen to you. This is not a new principle, just that we need to be reminded of now and for the foreseeable future.

For as he thinketh w ithin himself so is he.