Selasa, 28 Desember 2010

M e l a t i


Kau MELATI, 
putih nan suci, 
engkau tumbuh diantara belukar berduri, 
seakan tak peduli lagi, 
meski dalam hidupmu kau HANYA MEMBERI, 
kau TEBAR HARUM sbagai tanda CINTA YG TLAH KAU HAYATI disepanjang masa...... 
itulah mengapa melati sangat aku puja, 
tak punya duri, 
harumnya mewangi sepanjang masa dan hidupnya hanya memberi, 
lalu cintanya.... selalu dihayati dan diagungkannya... 
ahhh melati

 

@RINDU SELALU@

Rasanya tak ada alasan untuk tak merindumu selalu dan selamanya dalam hidupku....

Mungkin dirimu bukan yg terbaik, kamu bukan siapa2, hanya malaikat kecil yang tak bersayap, tak cemerlang pun rupawan.... namun kasihku telah melebur dalam rupamu... aku cinta kau, aku sayang kau, tak peduli rupamu yg tak menawan itu, tak peduli kamu tak bersayap pun tak peduli kamu tak kerlap kerlip...

Yang aku tahu hanya mengasihi

Semoga dirimu bahagia, sejahtera, sehat sentausa, dan selalu menjaga langkah untuk tetap menjadi kecintaan ALLAH...

Dan....

itulah kebahagiaanku... jika dirimu bahagia menikmati segalanya dengan baik dan sempurna adanya

aku tetap mengasihimu dulu, kini sampai selamanya.....

rindu manja suaramu !!!

jakarta berawan dan hatiku pun berawan rindu
14.12.10
ij

@TAK MENGERTI@

Bagaimana merangkai kata yang indah itu??? Aku jadi lupa segalanya, mungkin insomnia merajaiku atau hatiku yang semakin beku saja!!!!!

Aku ingin kembali seperti dulu,
merangkai madah indah, menulis dalam kabut asmara biru, membentang kata dalam nuansa syahdu.

Namun aku tetap diam, jemariku kaku merangkainya, diafragmaku meradang

Merenung, hanya itu yang kulalukan.

Entah sampai kapan.....

19.12.10
Jakarta senyap karena mu

ij


kudedikasikan untukmu ......

@kado yang terlambat@

05 Desember jam 13:55

Stella sudah siap menerima kematian suaminya. Sejak dokter menyatakan Dave mengidap kanker stadium akhir, mereka berdua menghadapi kenyataan yang tak bisa dihindari itu, berusaha sebaik mungkin memanfaatkan sisa waktu mereka bersama. Apa yang Stella rasakan saat ini hanyalah kesendirian yang menyiksa dan hidup yang tidak mempunyai tujuan. Mendekati Natal pertama tanpa Dave, Stella sangat menyadari kesendiriannya.

Stella dan Dave sepakat untuk tidak memiliki anak. Mereka dulu mempunyai banyak teman. Dulu. Itulah kata yang berlaku sekarang. Kehilangan satu-satunya orang yang engkau cintai dengan segenap hati menjadi sesuatu yang sangat buruk. Diselimuti perasaan kesepian yang begitu mendalam, Stella menutupi wajahnya dengan kedua tangan dan melepaskan tangisnya. Bagaimana mungkin ia bisa menjalani Natal dan musim dingin selanjutnya tanpa Dave.

Dering bel pintu begitu mengejutkan Stella sehingga ia harus menahan pekiknya. Di beranda depan berdiri seorang pemuda asing, kepalanya nyaris tak terlihat di balik kotak karton besar yang dibawanya. Setelah mengumpulkan keberanian, Stella agak meregangkan pintu, dan pemuda itu melangkah ke samping untuk berbicara di depan celah pintu.

"Bu Thornhope?" Stella mengangguk. Pemuda itu melanjutkan, "Ada paket untuk Anda." Perasaan ingin tahu mengusir kekuatiran Stella. Sambil tersenyum, pemuda itu dengan hati-hati meletakkan bawaannya di atas lantai lalu menegakkan tubuh untuk mengambil amplop yang menonjol di sakunya. Ketika ia menyodorkan amplop itu kepada Stella, terdengar suara dari dalam kotak. Stella melompat kaget. Sambil tertawa meminta maaf, pemuda itu membuka tutup kotak karton dan mempersilahkan Stella mengintip isinya.

Seekor anjing! Tepatnya, seekor anak anjing Golden Labrador Retriever. Sambil mengangkat tubuh anak anjing yang menggeliat-geliat, pemuda itu menjelaskan, "Ini untuk Anda, Bu. Seharusnya kami mengirimnya di malam Natal, tapi besok kami sudah libur. Saya harap Anda tidak keberatan menerima hadiah lebih awal. Di dalam amplop tadi ada surat yang akan menjelaskan semuanya. Anjing ini dibeli saat masih dalam kandungan induknya. Untuk hadiah Natal."

Penjelasannya ada di dalam sur

Kamis, 23 Desember 2010

Bahagia


Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekah.
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Las Vegas.
Tapi aku ingin menghabiskan waktuku di sisimu, sayangku.
Berbicara tentang kucing-kucing kita yang nakal dan lucu.
Atau tentang bunga-bunga yang harum di Mandalawangi.

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Iraq.
Ada bayi-bayi yang mati kelaparan di Nusa Tenggara Timur.
Tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.
Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya tentang tujuan hidup yang tak satu seorangpun tau.

Mari sini sayangku.
Kamu yang pernah baik, simpati, dan cinta padaku.
Tengoklah ke langit luas atau awan yang mendung.
Kita tak pernah mengharapkan apa-apa.
Kita tak-an pernah kehilangan apa-apa.

Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan.
Yang kedua, dilahirkan tapi mati muda.
Dan yang tersial adalah berumur tua, sakit-sakitan dan korup.
Berbahagialah mereka yang mati muda, jujur, dan berani.

Mahluk kecil, kembalilah dari tiada ke tiada.
Berbahagialah dalam ketiadaan mu