Senin, 10 Januari 2011

SELAMAT TIDUR KASIH

Aku tahu harimu penuh peluh dah lelah,
Aku tahu seharian penuh, kau menghabiskan waktumu dalam rutinitas yangg sarat dengan semangat berkarya,
Aku tahu tak ada kata keluh terucap lewat bibir indahmu
Namun aku tahu tubuh dan jiwamu lelah.

Meski kelelahan menari disekitarmu,
Senyummu tetap merona disetiap tatapan mata,
Candamu tetap terbuarai dari bibir yang menggemaskan jiwa yang bergolak
Tawamu tetap renyah di telinga yang sarat akan kerinduan hadirmu dalam nyata
Semua melenakan.

Ketika malam menyelemuti hari, masih juga hadirmu ada di sisi.
Dengan cerita yang tak pernah mengharu biru, hanya canda dan tawa kita saling bersahutan, kita ceritakan semua hal yang telah terjadi sepanjang hari kita.

Jauh, kau di ujung sana dan aku di sudut kota megah ini. Semangat kita tetap membara, cinta kita urai dalam bahasa yang syahdu.

Banyak sudah yang kau ajarkan padaku tentang hidup dan kehidupan.
Tentang sebuah pengharapan kecil yang tak pernah usai meski beribu masalah menghimpit hidup.
Tentang sebuah keyakinan pada Sang Khalik yang menuntun hidup dalam segala situasi.
Dan tentang banyak hal yang belum pernah aku dengar, aku lakukan, aku yakini.
Semua kau ajarkan padaku dengan penuh kesungguhan, meski seringnya aku ngenyel ataupun menampik semua itu karena pikirku "logika harus kusertakan dalam segala hal di hidup."

Malam ini banyak sudah cerita kita, canda kita, bahkan perutku sakit karena tawa renyah kita akan banyolan yang kita hadirkan dalam pembicaraan hangat, manis dan mesra.
Aku bahagia entah apakah dirimu bahagia?? hanya kamu yang rasakan itu. Dan kita mengakhiri semua pembicaraan malam kita dalam sebuah doa yang kita hadirkan sebelum menutup mata dalam lelap malam.

Tidurlah kasihku, aku tahu meski kau teramat lelah namun selalu kau hadirkan, sisihkan waktu buatku dalam kelelahanmu.
Meski kantukmu di pelupuk mata sayumu, namun tetap kau hadirkan cerita indah untuk berbagi denganku.
Mimpi indah ya kasih, hadirkan diriku dalam setiap mimpimu.

Aku rindu menemani malam-malammu, rindu kau ada di sisiku saat kantuk lelahmu membuai tubuh letihmu, rindu membelaimu dalam diam tidurmu.

JANJIKU, aku akan...

Jakarta hujan 100101
IJ

Rabu, 05 Januari 2011

.......L O S T.........


I once dreamed of being lost in a city that I don't know. Oops .. how scared at that time. At first I didn't realize when I was separated with my friends, 'cause I once watched a cool thing that really interested me.


When we go through life this way, we often get lost as well. It's all due to our too cool to enjoy something really tease us, making us cool, make us complacent, so that eventually separate from the actual assembly.

We could have been cool with us i'll feeling which is always kept, cool with the game in secret sin that causes sensation in our lives, with laziness cool, cool with working patterns blindly, so it does not have time to fellowship with other believers , also didn't have time allied with the Lord. And there are many other pleasures of the more interesting our attention, which brings us imperceptibly lost, apart ..

I remember the advice of my parents, if one day you lost somewhere, try looking for the police / if lost in a shopping center look for security, to ask questions and have shown the road.


BEING AWARE THAT IF YOUR TOO MUCH've been lost, LOOK FOR GOD, JUST CAUSE HE KNOW THAT WITH SURE-WAY ROAD TO THE TRUTH.




Jakarta, 08 January 2009
IJ

"MISTAKE ARE NOT AWARE"


Who can know the error? Deliver me from what is not realized.

The world is to destruction, therefore, how holy and righteous we must live it. Tells us that holiness is demanded so that we are worthy to stand before God.

Being God's will that we found to be blameless. The problem often we feel is right and holy, in many ways still exist in our mistakes. Only someone who truly waiting for the Lord, who was found blameless.

From the above explanation, we found was there are the mistakes that we do without us realizing it. Prayer is needed, which is begging the Lord give us eyes open to get to know our situation clearly.

Step familiar with the circumstances of our lives is clear:

First, one must be willing to be corrected by God. Amendments that God can do through several means, namely: conscience; events that occurred in the vicinity; the words of others (advice, criticism, etc.). To this, one must have a soft heart.

Second, a person must stand before the holiness of God. A prophet, would have a spiritual life is better than others, but standing in front of the holiness of God, making it too flutter. Thus, we are in the presence of human kindness is not the size we are righteous before God. Therefore, God teaches us not to judge others, "Do not look in the eyes of a lumbar brother, beam in your eyes do not you see."

Stand before God's holiness does not mean we should accept the revelation visions like the prophets, but looking at His laws, His Word of truth, then we will be lit on the holiness of God. We need to investigate the thirsty soul of His Word.

Third, we must seek truth seek God's Word like the old gold and precious pearls.

Fourth, our standard of living is not human, but God himself.




God Bless .....


Jakarta, 04 December 2009
IJ

BERIKAN MAAF DENGAN BIG SOUL



Hmm... Aku memulai tulisan ini dengan menarik nafas panjang, karena sedikit ada ganjalan dalam benakku dan pastinya ada rasa yang berat namun tanganku enggan untuk berhenti menulis.

Baiklah.... sekali aku ingin membahas tentang bagaimana kita dengan big soul mampu memaafkan kesalahan orang lain yang saat ini sangat sulit kita jumpai dari diri orang-orang di sekitar kita. Mengapa demikian?? Apa akar masalah sesungguhnya mengampuni seseorang? Seberapa sulitkah kita mengampuni? ataukah kita seorang pendendam? dan masih banyak pertanyaan yang berkecamuk di benak dan pikiranku saat ini.

Ada banyak orang yang menganggap “mustahil” kita memaafkan dengan tulus, atau sama halnya dengan memohon maaf dengan lapang dada, kadang kata maaf-memaafkan hanya sebagai pemanis buat bibir agak tak terjadi perseteruan, semua selalu dipandang mustahil dalam logika berpikir ego.

Karena ego kitalah yang menjadi raja dalam diri maka tak pelak lagi kita selalu berkata, “yaaa, karena kamu gak merasakan saja apa yang kurasakan, makanya kamu mampu berkata seperti itu, memaafkan, memohon maaf. Coba kamu rasa sendiri, pasti kutuk yang keluar dari mulutmu.” Hmm statement seperti ini tidak sedikit yang kudapatkan ketika aku berusaha mengatakan apa itu maaf-memaafkan. Bahkan seringnya akar kepahitan hati timbul dari diri yang sangat arogan tak mampu memberi maaf-memohon maaf dengan jiwa yang besar. Paling sering seh orang menghindar atau istilah sekarang ngeles@comro.com2... Atau juga bisa jadi berbalik menyalahkan orang lain agar tak ketahuan akar masalah sesungguhnya ( maksudnya biar bias gitu dehhh hehhe )

Manusia itu selalu mampu mengingat semua kesalahan orang lain dalam dirinya sekecil apapun itu dan kenyataan yang sangat miris ketika kita mengingatkan akan kebaikan orang lain, paling enteng menjadi orang yang pelupa, parkinson, tulalit atau apalah istilahnya yang jelas kebaikan itu sangat sulit kita ingat… ( hayooo ngaku aja heheeh ).

Bukan bermaksud menggurui, hatiku teramat perih ketika seseorang melakukan kesalahan entah itu besar ataupun kecil, selalu menyisahkan akar yang pahit yang harus aku telan namun disisi lain hatiku akan semakin terluka dan berbalik menuding diri sendiri salah, ketika kata maaf terucap darinya entah itu tulus ataupun untuk menghindari hal lainnya dan aku tak memberinya maaf.

Entahlah kekuatan dari mana hal itu timbul, namun ketika kata mengampuni keluar dari mulut, bibir, lidah dan hati putih, aku menemukan kelegaan jiwa, aku seperti menari dalam tiang awan dan ayunan pelangi, aku bersenandung dan menari, seolah tanpa beban melangkah menuju heaven peace.....

Menarik sekali merasakan semua ini, tetapi tidak sedikit dari orang-orang di sekitarku menganggapku terlalu pemaaf, terlalu naif kata mereka, terlalu kasih dan semua kata terlalu.... heeee aku hanya tersenyum dan berkata " itulah aku, karena aku adalah aku."

Mengertikah kita jika semua yang kita lakukan dengan penuh kasih akan mengalahkan semua akar kepahitan hidup? akan merontokkan semua kemarahan pada orang lain? akan membuat semua air mata duka menjadi air mata sukacita? akan menempatkan diri dalam sebuah kedamaian?

Mengapa tak melakukannya dari sekarang? mengapa harus menunda hingga tak sadar  jika saat itu telah berlalu dan tak ada lagi waktu memaafkan?

Ingat!!!! waktu takkan menunggumu, dia terus berlalu, lakukan sekarang, maafkan semua saat ini atau sesal menjadi bagian hidupmu selamanya

KEEP PEACE, 

Jkt 081110
IJ

TANGAN TUHAN... 2

Masih jelas dalam ingatanku saat aku berdoa meminta belas kasih  ALLAH  untuk membebaskanku dai permasalahan pelik hidupku, saat aku tak tahu jalanku, aku tersesat di pesimpangan hidup.... kau datang dengan segudang kasih yang tulus.
 
Dan saat itu aku tahu jika ALLAH menjawab doaku dan memberikan malaikat kecil bagiku sebagai perpanjangan tangan NYA meski tak bersayap, tak cemerlang tak rupawan.... engkaulah malaikat itu kasih.....

Setiap saat, aku sangat merindukan sosokmu hadir di setiap hidupku, belai ku manja, berceloteh kita seperti dulu, sambil merancang masa depan sebuah keluarga kecil...

Dengar suara manja seorang lelaki dewasa menjadi menu special bagiku, apalagi tulisan-tulisanmu, wuahhh mungkin sebagian orang menganggap kekanak-kanakan, tapi bagiku.... aku sangat suka dan sangat menikmati semua itu, atau mungkin aku yang terlalu tegas dalam berkata, dalam menulis, hingga merindukan sesuatu yang dulu terlupakan semasa kanak-kanak.?! Entahlah, aku menikmati semua yang ada di dirimu....

Hanya saja... badai itu datang terlalu awal, belum kunikmati semua kasih kita yang tulus, semua harapan kita tentang sebuah keluarga kecil, kita terhempas dalam sebuah kenyataan pahit, kita terpisah jauh, kita tak bersapa manja lagi, dengung suara manjamu tak lagi menghias gendang telingaku.... ahhhh akhirnya aku kehilangan malaikat kecilku? Aku yakin hanya sesaat karena dirimu especially diberi ALLAH untukku

Semalam... aku membawa pergumulan kita pada NYA, sama seperti dulu, aku percayakan semua perkara ini pada NYA.

Dan ternyata benar... Allah menyediakan malaikat kecil yang lain yang memberitakan semua kabar tentangmu dan kukatakan semua isi hatiku padanya, tentang air mata kerinduan, tentang cinta yang kurawat untukmu, tentang segalanya agar disampaikan padamu sayang....

Rasa bahagia yang tak terkira, karena ALLAH bekerja sesuai dengan rencana NYA padaku. DIA menyediakan malaikat-malaikat kecil bagiku sebagai perpanjangan tangan NYA meski rupanya tak menawan, meski tak bersayap namun kalianlah yang diutus ALLAH bagiku....

Thx GOD karena memberiku 2 tangan malaikat penolong dalam setiap pergumulan hidupku 
Ini nyata tentang pertolongan Tuhan padaku


Jakarta 101111
IJ

Selasa, 04 Januari 2011


@TANGAN TUHAN@
oleh Indah Jasmine pada 16 November 2010 jam 5:33

Kemarin begitu banyak masalah yang menderaku, begitu rumitnya sampai aku sendiri  tak pernah mengeriti, aku terpaku diam entah harus berbuat apa. Tertunduk lesu diri karena tak mampu berbuat apa-apa, hingga aku tersedu, mataku sembab. Hanya itu yang mampu aku lakukan. Tak mengerti apa aku mampu menghadapinya.

Semalaman aku merenung, bercerita pada NYA tentang semua yang aku alami itu, hidup semakin menghimpitku, beban ini tak mampu aku pikul. Jujur aku tak pernah kuat menghadapinya sendiri meski aku berkata "aku kuat, aku mampu, aku bisa" itu hanya untuk menutupi segalanya pada orang lain agar aku terlihat tegar, kuat dan yang pasti aku tak mengharapkan kata "kasihan" dari orang lain. Kuceritakan segalanya pada Tuhan, aku tak tahu apakah DIA mendengar keluhku ataukah DIA menutup telinga bagi teriak minta tolongku, aku tahu. Yang pasti aku ingin bercerita dan itu hanya pada NYA.

Hingga suatu hari, aku mengenalmu dalam kesederhanaan hatimu. Bagiku, kamu biasa saja tak berlebih malah jika harus jujur kamu bukan orang yang luar biasa bagiku. Tak masuk kriteria pilihan dari selera egoku. Awalnya aku menolakmu karena kekurangan itu tapi ternyata tak kusadari jika kau terpakai TUHAN untuk jadi malaikat kecilku, penolong ku, yang membebaskanku dari masalah yang membebaniku selama ini.

Dalam hadirmu di kehidupanku segalanya serasa berubah drastis, aku mampu tersenyum kembali,  aku mampu bersenandung kecil, aku mampu menatap dunia ini dengan senyum yang tidak samar lagi, itu semua karenamu, karena lewat dirimu semua bebanku lepas, aku bebas, aku merdeka, seperti seekor merpati putih aku terbang tanpa beban...

Malam itu aku merenung kembali akan kejadian itu, aku sangat bersyukur pada NYA karena memberiku malaikat kecil yg rupa dan wujudnya adalah dirimu, yang tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan. Hanya manusia biasa yang dulunya ku abaikan karena kekuranganmu nampak jelas dihadapan mataku, karena egoku dan karena kesombonganku. Tapi Tuhan memberikan dirimu malaikat kecilku sebagai perpanjangan tangan NYA untuk menolongku dari kesesakan hidupku yang mendera begitu dahsyatnya. Ternyata Tuhan memakaimu untukku.

Aku sangat berbahagia, teramat sangat... sampai aku lupa bahwa aku harus melakukan sesuatu padamu, aku lupa jika harus berterima kasih padamu. Ketika ingin mengucapkan beribu terima kasih padamu, ternyata aku telat. Semua akses padamu telah tertutup, tak tahu harus berbuat apa, bingung kembali menderaku, kataku "bagaimana ini??? Aku belum mengucapkan sepatah kata terima kasih padamu. Bagaimana mungkin aku sampai melupakan hal ini??" Kenyataan yang aku jalani, aku terlena karena terlepas dari masalah dan himpitan beban hidup, sampai-sampai melupakan orang yang telah bersusah payah menolongku, mengangkat diriku dan membebaskanku dari kesesakan hidup ini. Aku menangis sekali lagi karena tak mampu berkata terima kasih padamu.

Saat kutulis semua ini, kembali aku renungkan semua kejadian yang sudah lalu, tanyaku "mungkinkah inipun rencana TUHAN bagiku, yang mengirimkan malaikat kecil yang aku kasihi dan menjadi penolongku, pergi begitu saja???"

Belum ada jawaban kutemui hingga kini.

Aku hanya berharap suatu saat aku dapat mengucapkan kata TERIMA KASIH padanya dengan kerendahan hati.

Aku akan berdoa untukmu selamanya malaikat kecilku, bahagia akan kau raih meski tak harus bersamaku,

Kutulis semua ini sebagai rasa bersalahku, sebagai bagian dari putus asaku tak mengatakan sejak awal kata TERIMA KASIH itu.

Semoga damai sejahtera serta kebahagiaan kau raih di sana "malaikat kecilku."

AKU MENGASIHIMU SEPANJANG USIAKU...

Terima kasih TUHAN, atas perpanjangan tangan MU padaku melalui dia "malaikat kecilku"


Jkt berawan, 041110
aku yg berbahagia....

Kudedikasaikan tulisan ini untuk "malaikat kecilku" R. Adi