Minggu, 03 April 2011

@SEBENARNYA@

Sebenarnya aku sepertimu, tak berlebih atau bisa jadi jauh lebih berkekurangan darimu.
Sebenarnya aku punya asa sepertimu, atau bisa jadi asaku jauh lebih sederhana darimu.
Sebenarnya aku tak setangguh yang kau kira atau bisa jadi jauh lebih lemah dari pesakitan lainnya.

Sebenarnya aku semakin lemah, tapi semangatku masih benderang.
Sebenarnya aku sisa menghitung waktu, tapi asaku belum lagi berwujud.
Sebenarnya aku semakin rentan, tapi sukma terus menopang ragaku

Sebenarnya aku mencintaimu...
Sebenarnya aku merindukanmu...
Sebenarnya aku ingin di sisimu saat ini......

Sebenarnya aku ingin membelai ragamu ketika lelap merayumu mesra
Sebenarnya aku ingin memelukmu ketika mimpi membawamu ke alam indahnya
Sebenarnya aku ingin mengusap keringat lelahmu sambil membisikkan kata "aku ada, selalu ada untukmu"

Sebenarnya ditiap desah nafasku ada pengharapan kecil tentangmu.
Sebenarnya ditiap lantun syairku ada ode tentangmu.
Sebenarnya ditiap mohon doaku ada namamu kutitip pada NYA.

Sebenar-benarnya....... aku akan mengatup dua bola mataku dan meninggalkanmu selamanya.... yaaaa selamanya.


Jakarta 050311 IJ

@INI RINDUKU@

Sepasang merpati, yang bercumbu.... saling merayu tak malu-malu,
Intim berpeluk mesra berdua.... membuat diri, cemburu menatapnya.

Andai kau dan aku dapat juga, terbang bebas di alam terbuka....
Pastilah dirimu kan ku bawa, ke tempat yang sepi.... menembus batas cakrawala,

Dimana tak satu juga, manusia di sana,
Agar dapat kita berdua, sepenuh jiwa raga,
Melepas rindu yang slalu... terpendam di dalam dasar sanubariku......
Di setiap kali engkau ku jumpa....

Ohhh Tuhan, tolonglah aku.....
Tuk ceritakan perasaanku yang dalam.....
Katakan padanya....
Bahwa diri ini, malu mengakatakan kata C.I.N.T.A.....


@Be my lovely love.....@

Jakarta, 14032011 IJ

@DUHHHH......@

Duhhh, keluh tubuhku, kok mataku gak mau berkompromi yaaa, maunya terkatub saja spt dua magnet yg berkutub sama, blm lagi nehh badan yang lemes spt gak punya tonggak tulang utk menopang, mana suhuku loncat sana sini, sementara suhu ruangan sdh kuaktifkan 16'c, tetep aja gak bisa adem. Pdhl aku hrs mencipta, aku hrs berkarya. Utk apa aku di sini kalau hanya sekedar makan dan minum tanpa menghasilkan sesuatu??? Itu sekelumit guman tubuh atau jg pastinya keluh yg dilontarkan pdku hari ini.

Yaaa aku hrs bagaimana lg... aku sdh berusaha semampuku membuatmu kuat dan tegar, coba lihat selama inipun aku mengasupmu dgn semua makanan yg menurutku bergizi tinggi, aku menyediakan waktu merawatmu dgn menghadirkan dokter, obat bahkan Tuhan dan org terkasihku selama ini, apakah itu blm cukup jg bagimu??? jawabku pada sang tubuh.

Duhhh tp aku lelah, sampai kpn hrs begini??? Aku sudah menyertaimu hampir 26th lamanya, tetap jg kurasa hal yg sama, letih yg berkepanjangan, mana kau pun telah melukai hatiku, apa aku tdk cukup membuatmu bahagia??? membuat mimpi mimpimu jd nyata??? Sdh byk loo mimpimu yg nyata nda. Kok kamu gak mengerti jg ttg lelahku!!!!!

Iyaaa, aku mengerti, aku terlalu byk menuntut padamu, terlalu byk obsesi yg ku rancang utk hidup kita, terlalu byk mimpi mimpi yg kurajut di dirimu, aku tahu itu. Akupun tahu jk aku melukai hatimu saat ini. Maafkan aku yaaa, aku masih sgt membutuhkanmu utk meraih sebuah obsesi ttg kita. Beneran kali ini hanya 1 obsesiku yg ingin kuwujudkan dlm hidupku, yg lain kita bisa abaikan jk kau tak mampu dan merasa letih..... Pleaseeee bantu aku mewujudkannya yaaa, krn takkan pernah mampu berjalan sendiri tanpamu. Jwbku sambil bermohon.

Duhhh, baiklah... apa itu????

Aku ingin dia ada disisimu sampai kita berlalu dr tempat ini, aku ingin kau tidur lelap dlm dekapannya, aku ingin dia terpisah dr kita krn maut, hanya itu... please ini permintaan terakhirku.

Aduhhh.... duhhh, DUNIA TAK BERPIHAK PADA KITA. Hanya itu jawabmu kemudian diam!!!!!

Jakarta sesak bagiku
18032011 IJ

TUHAN itu dimana!!!!

Ini cerita ttg Ucok seorang anak laki-laki yg sangat nakal, padahal keluarganya sgt mengasihinya. Kebiasaan mengambil barang berharga orang lain menjadi hal yg paling sering dilakukannya.

Dikampungnya nun jauh di pelosok sana, semua warga sll diresahkan. Ayam, Kambing, atau apa sj hilang di desa itu, warga pasti menuding Ucok. Itu krn mmg dialah pelakunya. Sampai perhiasan ibunya hilang pun, Ucoklah pelakunya.

Suatu hari warga sdh geram dan mengadukan semua kekesalan mrk pd ibu Ucok. Saking kesel dan geramnya ibu Ucok dan merasa sdh tdk mampu mengatasi perbuatan anaknya, maka dgn berat hati Ibu Ucok menyerahkan anaknya tsb pd seorang pendeta di desanya agar dibina dan menjadi anak yg baik.

Hari-hari dlm kehidupan Ucok bersama sang pendeta, begitu mesra. Tiap hari pendeta mengajarkan Ucok dgn sabar. Suatu hari pendeta berkata pd Ucok. "Ucok, Tuhan itu ada dimana-mana, kamu harus camkan itu. DIA selalu melihat perbuatan kita dan mencatat semuanya, entah itu yang tersembunyi dalam gelap maupun yang tampak di pelupuk mata setiap orang." Kata pendeta dgn lembut.

Dasar Ucok yg ndablek.... Sambil ngupil tanpa menghiraukan kata2 pendeta, rupanya dia lebih tertarik melihat cawan yg ada. Pikirnya "wahh sepertinya cawan itu berharga juga."

Pak pendeta terus saja berbicara dgn sabar, namun terus juga si Ucok ngenyel tanpa menghiraukan pembicaraan pendeta.

Suatu hari, pendeta mengatakan hal yg sama yg tiap hari diajarkannya pd Ucok ttg keberadaan Tuhan, tapi dasar anak ndamblek dan ngeyel, tetap tak bereaksi positif. Sampai pada akhirnya pendeta kesel dan menghardik Ucok dgn pertanyaan, "Ucok.... Tuhan dimana??" Sontak Ucok kaget krn pendeta tdk pernah semarah itu pdnya meski dia sll ngeyel. Ucok berlari seketika sambil menangis dan menemui kakaknya. Kakak kaget melihat Ucok spt itu.... "kenapa kamu??" kt kakak.

"Pak pendeta bertanya pdku seolah aku telah mengambil sesuatu" kata Ucok masih menangis

Kakak "Apa katanya?"
Ucok "Dimana Tuhan itu!"
Kakak "Apa jawabmu?"
Ucok "Mana kutahu!!!"
Kakak "oo"

@TENTANG "KPK" DAN PONAKAN "SAM"@


Heee aku mulai cerita ini dengan senyum sendiri mengingat kejadian lalu bersama ponakanku Sam, waktu itu kami lewat di depan GEDUNG KPK yang pas ada demo massa menuntut para koruptor di adili. Ketika itu aku dan Sam akan menjemput adikku yg masih berada d...i kantor di Menara Imperium dan tak bisa balik karena terjebak demo.Saat melintas di depan gedung KPK, aku mencolek Sam dan bilang, "dek, itu tuhhh yang namanya gedung KPK, tempatnya para koruptor di sidik, kalau kamu juga korupsi nantinya di tangkap dan sidik di tempat itu."Sam terheran heran tak menanggapi apa yang aku katakan padanya, dia justru malah tertarik dan keheranan melihat begitu banyaknya orang bergerombol di depan gedung KPK. Sambil melototi hiruk pikuk para demonstrans, keluar pertanyaan penasaran darinya, "kok banyak orang teriak teriak gitu tante, ada yang nyanyi sambil jingkrak di atas kopaja gitu!!!! Apa itu namanya demo???? Tar rusak tuh kopaja orang kalau mereka naikin atapnya sambil nyanyi dan jingkrak gitu. Kok sopirnya gak tegur tante??? Itu mahasiswa yaaa, ihhhh kayak orang gak sekolah yaaa." heeee sambil bertanya matanya tetap tertuju keluar jendela ke para demonstrans.Aku hanya senyum kecil (yang pasti Sam gak lihat senyumku saat itu), soalnya focus perhatiannya hanya pada para demonstrans..... Meski tak memandangku saat itu, aku jawab pertanyaannya yang bertubi tubi tadi. "Iya dek, itu demo anti korupsi, mereka ingin para koruptor di adili dan di hukum dengan hukuman maksimal. Mereka tidak semuanya mahasiswa, ada juga yang dari kalangan lain. Kalau mereka nyanyi sambil jingkrak di atas mobil kopaja itu, sebenarnya sangat berbahaya untuk keselamatan jiwanya dan pastinya pak sopir kopaja takutlah marahin mereka, soalnya mereka banyak sementara pak sopir cuma berdua dengan kerneknya. Kalau yang bicara pakai TOA, itu namanya berorasi." Sudah..... segitu jawabku padanya.Saat kendaraan kami berjalan lambat karena padatnya arus yang macet, Sam masih penasaran saja dengan demo yang sedang berlangsung. Banyak sekali pertanyaan yang dilontarkan karena penasarannya akan apa yang dijumpainya hari ini. Aku hanya senyam senyum mendengar tanpa menjawab (habis bingung yang mana yang mau di jawab lebih dulu, semua pertanyaan yang diajukan maunya langsung dijawab bersamaan) heee dasar anak kecil.... pikirku.   Sejenak aku menepikan kendaraan agar Sam bisa melihat jelas pesta demo hari itu, wajahnya tidak berubah tetap penasaran habisssss hehehe.... Mungkin dalama benaknya ada rasa heran atau apalah yang jelas focus pandangannya hanya tertuju pada para pendemo.....   Kujalankan lagi kendaraanku sambil berbalik arah menuju gedung dimana adikku menunggu dengan tidak sabar (itu aku tahu karena hp bunyi mulu tiap saat menanyakan aku sudah sampai di mana). Bagaimana tidak dia harus melanjutkan perjalanannya kembali ke tempat kerja di Medan hari itu juga. Akhirnya kami bisa bertemu juga dan kembali ke rumah.   Dalam perjalanan menuju rumah, Sam masih sempat melirik ke arah pendemo di KPK. Tiba-tiba dia berbalik melihatku dengan mata yang agak sedikit disipitkan sambil berkata, "Kalau begitu.... aku bisa laporin mama dong ke KPK... ya gak tante???" Aku jadi ngakak mendengarnya. Kataku "Kenapa bisa begitu dek???" "Laaa kan kemarin aku titip uangku sama mama dan masih sisa Rp. 200.000,-, tapi mama bilang sudah habis. itu berarti mama korupsi uangku." Spontan aku dan adikku tertawa kegelian karena pernyataan Sam barusan. "Wahhhh jangan-jangan tante juga mau dilaporin neh ke KPK sama Sam, soalnya dulu kan Sam tanya sama tante "kok uang belanja cepat amat habis??? Tante korupsi yaaa."" kataku di tengah canda tawa kami. "Duhhhh parah nehhh anakku. hehehe"   Sam jadi bingung dengan tawa kami, "Tapi bener looo mama tuh korupsi uangku Rp. 200.000,- kemaren. Atau apa aku bawa ke pengadilan saja biar diputuskan sama hakim kasusnya?? Tapi bapak saja yang jadi hakimnya. Bisa gak tuh tante" tanya Sam masih dengan wajah heran.   "Heheehe... kalau mama di hukum sama hakim (bapak Sam) atau KPK, terus dimasukin dalam penjara, Sam mau gak???" Tanyaku serius.... "Hmmmm... gaklah, aku cuma mau lapor biar uangku dikembalikan dan mama gak korupsi lagi." begitu jawab Sam, kini dengan wajah yang sedikit memelas. "Sam.... uang yang kamu titip sama mama kan sudah dipakai beli HP untuk kamu, itupun tante tambahin biar cukup uangnya." kataku sambil memegang kepalanya... "Bukan mama tidak ingin menjelaskan ke Sam, uang yang kemarin itu dipergunakan untuk apa, tapi mungkin mama lagi capek dan malas untuk menjelaskannya saat itu. So kamu tidak boleh berburuk sangka, okkkkk" ku jelaskan padanya sambil senyum simpul.   Akhirnya tiba juga kami di rumah......   Ahhhh rupanya melewati gedung yang disakralkan isinya (GEDUNG KPK) membuat cerita menarik dalam perjalanan hari ini... Pengalaman yang pastinya tidak akan aku lupakan sepanjang sejarah hidupku....   "SAM..... anakku, kamu terlalu polos sayang... hehehe I love u so much"     

Jakarta, 02032011 IJ